DIVEROUT
Kembali ke Blog
Hiroshi Tanaka

Keheningan di Tengah Kebisingan: Bagaimana Apnea Menyempurnakan Scuba Anda

Regulator bukanlah paru-paru Anda. Tabung bukanlah napas Anda. Pelajari bagaimana keheningan freediving dapat mengubah penyelaman scuba Anda menjadi meditasi yang efisien dan anggun.

Keheningan di Tengah Kebisingan: Bagaimana Apnea Menyempurnakan Scuba Anda

Anda turun. Saya mendengar Anda sebelum melihat Anda.

Desis. Gelembung. Desis. Gelembung.

Irama mesin.

Di Okinawa, airnya cukup jernih untuk melihat jiwa seorang penyelam. Saya sering mengamati para penyelam scuba. Mereka tampak seperti astronaut. Berat. Berantakan. Dikelilingi selang dan logam. Mereka melawan air. Mereka menendang dengan keras. Tangan mereka melambai ke sana kemari. Mereka melahap udara seperti api melahap kayu.

Saya seorang freediver. Saya hanya mengenakan baju selam, sebuah masker, dan sirip panjang. Saya punya satu napas. Napas itu adalah hadiah.

Banyak penyelam scuba bertanya kepada saya: "Hiroshi, bagaimana Anda bisa bertahan begitu lama di bawah? Mengapa Anda begitu tenang?"

Mereka pikir ini adalah dua dunia yang berbeda. Mereka salah. Samudra adalah satu.

Jika Anda menyelam dengan tabung, Anda harus mempelajari jalan paru-paru yang kosong. Melatih apnea, atau freediving, tidak hanya akan membuat Anda menjadi perenang yang lebih baik. Ini akan mengubah cara Anda menyentuh laut. Ini akan menggandakan waktu selam Anda. Ini akan membuat Anda hening.

Paru-Paru Berat vs. Paru-Paru Sejati

Penyelam scuba memercayai regulator. Mereka menggigit corong karet. Mereka menghisap udara. Mereka mengembuskan udara. Semuanya mekanis.

Karena udara tidak terbatas (sampai pada saatnya nanti habis), Anda bernapas tanpa berpikir. Sering kali, Anda bernapas dengan dada. Napas yang pendek dan dangkal. Ini adalah napas kecemasan. Ini adalah napas pekerja kantor yang berlari mengejar kereta.

Saat Anda bernapas dengan dada, Anda menggunakan otot antartulang rusuk (intercostal muscles). Itu memakan energi. Itu menjaga detak jantung tetap tinggi. Jarum pada pengukur tekanan tabung Anda turun dengan cepat. Anda melihatnya. Anda khawatir. Anda bernapas lebih cepat. Jarum itu turun lebih cepat lagi.

Ini adalah lingkaran kesia-siaan.

Alt text

Dalam freediving, kami menggunakan diafragma.

Ini adalah otot kedamaian. Letaknya di bawah paru-paru. Saat kita menarik napas, perut mengembang. Dada tidak bergerak. Bahu tidak naik.

Cobalah sekarang. Duduklah. Letakkan tangan di perut Anda. Tarik napas. Dorong tangan Anda keluar dengan perut. Buang napas. Biarkan tangan itu jatuh.

Beginilah cara bayi bernapas. Beginilah cara samudra bergejolak.

Ketika seorang penyelam scuba mempelajari pernapasan diafragma ini, keajaiban terjadi.

  1. Pertukaran Gas: Anda menarik udara jauh ke dasar paru-paru. Di sanalah darah sedang menunggu. Anda mendapatkan lebih banyak oksigen dengan sedikit usaha.
  2. Jantung yang Tenang: Gerakan ini memberi sinyal pada saraf vagus. Ia memberi tahu otak: "Kita aman." Jantung melambat.
  3. Konsumsi: Laju SAC (Surface Air Consumption) Anda membaik. Anda berhenti menjadi orang yang harus naik ke permukaan setelah 30 menit. Anda bertahan selama 60 menit. Anda melihat lebih banyak ikan.

Menjadi Air, Bukan Batu

Saya mengamati postur para penyelam tabung. Banyak yang vertikal. Seperti kuda laut.

Beban di sabuk mereka terlalu berat. BCD mereka mengembang. Kaki mereka di bawah. Mereka menendang, dan air mendorong mereka ke atas, padahal mereka ingin maju ke depan. Itu adalah sebuah perlawanan.

Freediving adalah seni merampingkan diri (streamlining). Kami menyebutnya hidrodinamika (hydrodynamics). Kita harus menjadi anak panah. Jika kita bukan anak panah, air akan menghentikan kita. Kita kehabisan oksigen.

Kami belajar melipat dagu. Kami belajar menjaga sirip tetap dalam bayangan tubuh. Kami meluncur.

Saat Anda membawa ini ke scuba, Anda berhenti berenang dengan tangan. Tolong. Berhentilah berenang dengan tangan. Itu menakuti ikan. Itu membuang energi.

Seorang freediver mempelajari "kesadaran kayuhan" (finning awareness). Anda merasakan air pada bilah sirip. Anda tidak menendang dengan cepat. Anda menendang dengan panjang. Lambat. Kekuatan datang dari pinggul, bukan lutut.

Saat Anda bergerak seperti ini dengan tabung, Anda tidak mengganggu apa pun. Pasir tidak naik. Jarak pandang tetap jernih. Anda terlihat anggun. Anda terlihat seperti bagian dari tempat ini.

Permainan Mental: Merangkul CO2

Di kedalaman, kepanikan adalah musuh.

Bagi penyelam scuba, kepanikan biasanya datang dari kelelahan yang berlebihan. Anda berenang melawan arus. Anda bernapas berat. Regulator tidak bisa memberi Anda udara cukup cepat. Anda merasa seperti tercekik. Anda melesat ke permukaan. Ini berbahaya.

Perasaan ini bukanlah kurangnya oksigen. Ini adalah penumpukan CO2.

Freediver mengenal perasaan ini secara mendalam. Kami berlatih untuk itu. Kami menyebutnya "dorongan untuk bernapas" (urge to breathe). Terasa hangat. Tidak nyaman. Namun itu bukan perintah. Itu hanyalah sebuah saran.

Latihan apnea mengajarkan Anda untuk mentoleransi CO2 yang tinggi. Anda belajar bahwa ketidaknyamanan hanyalah sebuah sensasi. Anda tidak harus bereaksi.

Bayangkan Anda berada di kedalaman 30 meter dengan tabung. Arus menghantam Anda. Jantung Anda mulai berdetak kencang.

  • Diri Anda yang Lama: Panik. Menghisap udara. Hiperventilasi.
  • Diri Anda yang Freediver: Mengenali perasaan itu. "Halo, CO2." Anda berhenti menendang. Anda fokus pada diafragma. Anda membuang napas sekali dengan panjang dan pelan. Anda mendapatkan kendali kembali.

Pikiran menjadi tenang.

Perbandingan Pola Pikir

Beginilah cara pikiran berubah saat Anda belajar menahan napas.

FiturPenyelam Scuba BiasaPenyelam Scuba dengan Latihan Apnea
PernapasanDada / Dangkal / BeriramaDiafragma / Dalam / Lambat
Reaksi Terhadap Stres"Saya butuh lebih banyak udara segera""Saya harus melambat dan membuang napas"
GerakanPenyesuaian konstan, penggunaan tanganMeluncur, sangat bergantung pada trim
KesadaranFokus pada alat dan alat ukurFokus pada sensasi dan sekitar
Konsumsi UdaraTinggi (Si "Pemboros Gas")Rendah (Sang "Master Zen")

Peringatan yang Tertulis dalam Nitrogen

Saya harus berbicara tentang keamanan. Samudra memberi, namun ia juga mengambil.

Anda harus memahami fisika.

Saat Anda menyelam scuba, Anda menghirup udara terkompresi. Nitrogen larut ke dalam jaringan tubuh Anda. Seperti gula dalam teh panas. Darah Anda menjadi berat dengan gas.

Saat Anda melakukan freedive, Anda menahan napas. Anda turun dengan cepat. Anda naik dengan cepat.

Jangan pernah melakukan freedive setelah menyelam scuba.

Ini adalah aturan emas. Ini bukan saran. Ini adalah kehidupan.

Jika Anda memiliki nitrogen dalam darah Anda dari penyelaman tabung, lalu Anda menahan napas dan turun lagi, tekanan akan menekan gelembung-gelembung mikro tersebut. Mereka menjadi cukup kecil untuk melewati filter di paru-paru. Mereka memasuki pembuluh darah arteri.

Kemudian Anda naik. Tekanan turun. Gelembung-gelembung itu membesar. Ekspansi yang masif.

Ini adalah Penyakit Dekompresi (DCS/Decompression Sickness). The Bends.

Ia menyebabkan kelumpuhan. Ia menyebabkan kematian. Ia menyebabkan rasa sakit pada persendian yang terasa seperti teriakan.

Interval Keamanan

Anda harus menghormati waktu.

  • Setelah satu kali penyelaman tabung: Tunggu setidaknya 12 jam sebelum melakukan freedive.
  • Setelah dua kali penyelaman tabung: Tunggu setidaknya 18 jam.
  • Lebih baik: Tunggu 24 jam.

Gunakan waktu ini untuk bermeditasi di pantai. Lihatlah matahari tenggelam ke dalam kehampaan biru (blue void). Bersihkan peralatan Anda. Makan makanan yang enak. Tidur.

Biarkan nitrogen meninggalkan Anda. Jangan terburu-buru kembali. Samudra akan menunggu.

Alt text

Latihan di Daratan

Anda tidak perlu membasahi rambut untuk memulai ini.

Berlatihlah tabel apnea (apnea tables) di sofa Anda. Unduh sebuah aplikasi. Caranya sederhana.

  1. Tabel CO2: Istirahat singkat. Mengajarkan Anda menangani dorongan untuk bernapas.
  2. Tabel O2: Penahanan napas yang lama. Mengajarkan Anda relaksasi.

Lakukan ini tiga kali seminggu.

Lain kali saat Anda mengenakan BCD dan tabung yang berat, pejamkan mata sejenak. Temukan diafragma Anda.

Turunlah.

Jangan menjadi mesin. Jadilah ikan yang kebetulan membawa tabung.

Bernapaslah perlahan. Bergeraklah perlahan.

Saat Anda berhenti membuat kebisingan, samudra akan berbicara kepada Anda.

Alt text